Cerita Awal Kehamilan

Hal yang paling indah sekaligus sedikit mengagetkanku adalah terdapat makhluk hidup didalam perutku ini. Aku dan Riswan menikah pada tanggal 2 November 2024 dan tanggal 13 November adalah Hari Pertama Haid Terakhir. Jadi kurang lebih 1,5 bulan rasanya belum terlalu merasakan "Hot" nya pengantin baru. Waktu itu kami berencana akan berbulan madu di akhir tahun 2024 namun karena kabar dan kondisi kehamilan ini, maka kami memutuskan untuk tidak berbulan madu. 

Walau kami sudah berpacaran kurang lebih 1,5 tahun, dan memutuskan untuk menikah hingga akhirnya dikaruniakan janin aktif dan menggemaskan ini. tapi ada perasaan seperti yang harus diutarakan. 

Ya, Aku pernah berbicara secara dalam, empat mata dengan Riswan bahwa kehamilan yang cepat ini sangat membuatku bahagia namun kadang sedikit belum siap. Kami berdua belum terlalu menciptakan bonding sebagai suami istri berdua, kami belum membicarakan banyak hal sebelum persiapan memiliki anak. Namun setelah pembicaraan tersebut membuat kami malah lebih menyadari kami akan belajar menjadi calon orangtua untuk anak kami.  

kabar ini terlebih membuat kedua orangtua kami sangat bahagia

Selang telat 4 hari dari jadwal mens yang seharusnya datang, aku curiga dan memutuskan untuk membeli "Test Pack" dan memeriksanya. Saat itu suamiku sedang ke Depok bertemu bundanya dan aku menelponnya bahwa aku sudah telat 4 hari dan akan melakukan uji testpack. Awalnya ia meminta menunggu, tapi akhirnya dia tidak sabar juga. 

Aku membeli testpack dan menguji sendiri dan testpack menunjukkan 2 garis tebal yang menandakan aku positif hamil. Aku langsung menelpon dan mengabari suamiku saat itu juga. Suaranya sedikit bergetar saat itu yang aku dengar, mungkin ia kaget sekaligus juga bahagia dengan berita ini. 

"Alhmdulillah sayang, kamu hamil yaa..." 

Setelah memastikan kehamilanku, tiba-tiba kondisi tubuhku berubah. Selama kurang lebih 14 minggu lamanya kondisi badanku berubah dan beradaptasi dengan hormon-hormon yang terjadi didalamnya. Aku mengalami All day long-sickness in everyday alias mual muntah setiap hari. Mual muntah yang terjadi tentu dikaitkan dengan peningkatan kadar Hormon kehamilan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) yang diproduksi oleh plasenta dan juga peningkatan hormon estrogen yang terjadi di Trimester pertama ini. 

Keluhan lain adalah kondisi kelelahan yang tinggi. Kelelahan yang terjadi karena tubuh ibu sedang mengalami penyesuaian terhadap kondisi kehamilan. Kondisi ini membuat ibu banyak izin kerja di Trimester 1. Iya, ibu masih bekerja dan sungguh tantangan terberat untuk ibu harus berangkat kerja ditengah kondisi yang sangat lemah. Selain itu, payudara yang mulai nyeri, kepala yang sering sakit, dan juga asam lambung yang meningkat sehingga apa yang dikonsumsi ibu semakin tak tertahan untuk keluar lagi. Saat TM1 Ibu dan toilet adalah sahabat. Huhu. 

Itu adalah beberapa nikmat yang aku rasakan sebagai calon ibu. Aku baru menyadari bahwa tanpa dukungan suami disamping aku, aku belum tentu bisa kuat menjalani ini kondisi ini. Btw, Kalian tau, aku mengetik ini tiba-tiba mengeluarkan air mata. Iya, ibu juga jadi sangat sensitif terhadap semua hal. termasuk mengetik sambil mengingat kembali momen awal-awal kondisi kehamilan. 

Riswan, suamiku selalu memijitku tiap hari terutama sebelum tidur. Pijiatannya membuat kondisi badan menjadi lebih baik dan setidaknya aku bisa tidur dengan nyaman karena badan menjadi lebih rileks. Suami ku ini juga selalu aware dengan makanan dan vitamin yang aku minum dan jadwal-jadwal USG ku. Bahkan sewaktu-waktu aku pernah kesal sekali karena rasanya dia begitu bawel perihal jadwal USG dan kami sempat bertengkar walau akhirnya dia meminta maaf. Aku tahu, ia sangat peduli dengan istri dan calon anaknya. Ia ingin memberikan perhatian terbaiknya untuk kami berdua yang mungkin saat itu salah diartikan olehku. Salah satu alasannya juga, keributan kecil itu karena kondisi TM1 ini yang membuat aku sangat lelah dengan kondisi badan dan sulit untuk memikirkan hal-hal lain.

Iya, benar. Trimester 1 lalu adalah kondisi bertahan hidupku. Alhdmulillah tidak sampai masuk ke IGD. Ibu dan janin kuat bersama menjalaninya. Afirmasi dan berpikir positif untuk tetap sehat. 

Saat kedua kali USG di Trimester pertama di RSIA Vitalaya dengan dr. Severina Adella, SPOG ada rasa haru menyelimuti rongga dadaku, kagum dengan ciptaan Allah yang dengan indahnya bisa menciptakan makhluk hidup didalam tubuhku. Detak jantungnya yang berirama indah membuatku sangat bahagia dengan kehadiran calon anak pertamaku ini. Suamiku, Riswan juga berbinar kagum menatapi layar USG sambil sigap merekamnya dengan ucapannya yang mengatakan "ih, aktif ya janinnya" dan pertanyaan-pertanyaan lain yang ia lontarkan kepada dokter Della perihal kondisi janin kami. 

Alhamdulillah, kondisi adik janin sehat dan tumbuh sesuai dengan usia kehamilanku. Aku selalu berusaha makan yang bergizi, mengajak adik janin berbicara dan selalu berdoa terkhusus di bulan ke-4 ini. 


Ya Allah, semoga Engkau melindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku. Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya, Allah bentuklah dia dalam perutku dalam bentuk yang elok dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan sempurna, bentuk yang indah dan sempurna. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkan dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan Al-hadst dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam



 USG Adik janin yang sangat aktif :) 



Doakan dikehamilan ini, ibu dan calon dedek bayi sehat terus. Lahir sesuai dengan apa yang diinginkan dan didoakan oleh kedua orangtuanya. Jika ada waktu lagi, ibu akan bercerita kembali di blog ini. 

Terimakasih, 

Ibun, Ririn. 

Bonus foto ibu dan ayah, di foto saat ibu ultah Februari 2025 lalu :) 



Tidak ada komentar